Penampakan Mengagumkan Hewan-hewan Kecil Jika Dilihat Menggunakan Mikroskop. Bikin Geli!

Bigel Official | Jumat, 11 Jan 2019 - 09:55 AM

Wajah hewan-hewan kecil atau sering disebut hewan mikro-organisme terkadang jarang diperhatikan oleh sebagian orang. Padahal, hewan-hewan ini hidup disekitar kita. Hewan-hewan ini ternyata memiliki muka yang cukup menyeramkan bila diperbesar menggunakan misroskop. Berikut adalah beberapa foto-foto hewan mikro-organisme setelah diperbesar menggunakan misroskop:

 

1. Tungau

 

Penampakan Mengagumkan Hewan-hewan Kecil Jika Dilihat Menggunakan Mikroskop. Bikin Geli!
Referensi pihak ketiga
Baca juga

 

Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang merupakan superordo Acarina. Tungau bukanlah kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa orang menganggap keduanya sama). Apabila kutu merupakan anggota Insecta (serangga), tungau lebih berdekatan dengan laba-laba dilihat dari spesiesnya. Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Ukurannya kebanyakan sangat kecil sehingga kurang menarik perhatian hewan pemangsa besar dan mengakibatkan ia mudah menyebar. 

 

2. Kupu-kupu

 

Referensi pihak ketiga

 

Kupu-kupu merupakan salah satu hewan yang paling dikagumi akan kecantikannya. Beragam motif sayapnya membuat kupu-kupu sangat dikagumi. Sebagian orang bahkan mengoleksinya dalam bentuk yang sudah diawetkan. Kupu-kupu adalah serangga yang tergolong dalam ordo Lepidoptera. Pernahkan kalian melihat muka kupu-kupu secara dekat? Beginilah muka dari ku[pu-kupu secara dekat, nampak menakjubkan tapi sedikit menyeramkan ya.

 

3. Beruang air

 

Referensi pihak ketiga

 

Beruang air adalah hewan mikroskopis yang berukuran kecil dan hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. Ukuran paling besar yang pernah ditemukan paling panjang hanya 1 milimeter lebih sedikit. Ia disebut tardigrada, jamaknya tardigrades, yang berarti “Si Langkah Pendek”. Pertama kali ditemukan oleh seorang pastor di Jerman bernama J.A.E Goeze, pada 1773. Sebetulnya, dari bentuk ia lebih mirip lintah berkaki lima pasang ketimbang beruang.

 

4. Thaumetopoea Processionea

 

Referensi pihak ketiga

 

Ulat pohon ek ini ditemukan di Eropa Tengah dan Selatan, beberapa ada di bagian utara seperti Swedia. Gambar tersebut telah diperbesar sebanyak 30 kali. Selain mengganggu pohon ek, ulat ini juga beracun bagi manusia. Dia bisa menyebabkan asma dan iritasi kulit.

 

5. Jentik nyamuk

 

Referensi pihak ketiga

 

Jentik (atau jentik-jentik) adalah tahap larva dari nyamuk. Jentik hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau "menggantung" pada permukaan air untuk bernapas. Nama "jentik" berasal dari gerakannya ketika bergerak di air. Ia dikenal pula dalam bahasa lokal sebagai (en)cuk atau uget-uget (Jawa). Jentik menjadi sasaran dalam pengendalian populasi nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit menular melalui nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah dengue. Di beberapa tempat, jentik-jentik juga dikumpulkan orang dan dimanfaatkan sebagai pakan ikan hias.

 

6. Kutu rambut

 

Referensi pihak ketiga


Kutu rambut adalah parasit kecil yang terdapat di kepala manusia dan mampu menghisap darah di kepala. Dan juga bisa bertelur di kepala, telur kutu rambut biasanya terdapat di bagian rambut yang dekat dengan kulit kepala. Saking kecil ukurannya, sekilas kutu rambut sulit terlihat oleh mata. Kutu rambut memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari sebesar kepala peniti hingga biji wijen. Masa tetas telur kutu berkisar antara 8-9 hari. Untuk mencapai ukuran dewasa, seekor kutu biasanya membutuhkan waktu 9-12 hari. Setelah dewasa, kutu bisa hidup sampai empat minggu sebelum akhirnya mati.

 

7. Lalat buah

 

Referensi pihak ketiga

 

Drosophila melanogaster merupakan lalat buah, disebut juga cuka lalat. Dia sering kali digunakan dalam penelitian ilmiah dan merupakan salah satu organisme pertama kali yang digunakan untuk analisis genetik. Telur lalat buah bentuknya menyerupai bulan sabit, dan diletakkan berkelompok di bawah kulit jeruk atau di dalam luka atau cacat pada permukaan buah. Jumlah telur yang diletakkan kurang lebih 15 butir. Setelah 2 hari telur menetas menjadi larva yang berwarna putih keruh, berbentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing. Larva hidup dan berkembang dalam daging buah selama 6 - 9 hari, menyebabkan buah menjadi busuk. Apabila larva sudah dewasa, kemudian akan keluar dari buah dan memasuki stadium pupa tepat di bawah permukaan tanah. Pupa berwarna kecoklatan, berbentuk oval dengan panjang 5 mm.

 

8. Belatung

 

Referensi pihak ketiga

 

Belatung atau bernga/berenga adalah larva dari lalat. Hewan ini biasa ditemukan pada barang-barang yang membusuk seperti bangkai, buah, atau sayur-mayur yang rusak. Beberapa jenis belatung, seperti belatung lalat buah, bersifat merugikan; namun pada umumnya belatung berguna secara ekologis dalam proses dekomposisi bahan-bahan organik. Belatung-belatung jenis tertentu memiliki kegunaan khusus. 

 

9. Nyamuk

 

Referensi pihak ketiga

 

Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm.

 

10. Ngengat

 

Referensi pihak ketiga

 

Ngengat adalah serangga yang berhubungan dekat dengan kupu-kupu dan kedua-duanya termasuk ke dalam Ordo Lepidoptera. Perbedaan di antara kupu-kupu dan ngengat lebih dari sekadar taksonomi. Kadang nama "Rhopalocera" (kupu-kupu) dan "Heterocera" (ngengat) digunakan untuk memformalisasikan perbedaan mereka. Banyak usaha telah dilakukan untuk membagi ordo Lepidoptera menjadi kelompok seperti Microlepidoptera dan Macrolepidoptera, Fenatae dan Jugatau, atau Monotrysia dan Ditrysia. Kegagalan dari nama ini untuk tetap berada pada penggolongan moderan karena tidak ada dari penggolongan tersebut merepresentasikan sepasang kelompok monofiletis. Pada kenyatannya, kupu-kupu adalah kelompok kecil yang muncul dari "ngengat".

            

Source:  https://www.dagelan.co

             :  https://www.ucnews.id

 

Tag: Hewan-hewan Kecil, Mikroskop, Opini, Umum, Mengagumkan

Bigel Official

Make it simple